TEKAN ANGKA STUNTING, PEMERINTAH KALURAHAN CONDONGCATUR BAGIKAN PMT BAGI BADUTA DAN IBU HAMIL

14 Maret 2026
Administrator
Dibaca 4 Kali
TEKAN ANGKA STUNTING, PEMERINTAH KALURAHAN CONDONGCATUR BAGIKAN PMT BAGI BADUTA DAN IBU HAMIL

Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus berkomitmen dalam upaya penanggulangan masalah gizi buruk dan percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya. Sebagai langkah nyata, pihak kalurahan menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) periode Maret 2026 kepada 40 penerima manfaat yang terdiri dari balita di bawah dua tahun (baduta) kategori stunted serta ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK). Penyerahan bantuan ini berlangsung di Pendopo Kalurahan Condongcatur pada Jumat (13/3/2026).

Program PMT ini dirancang untuk memberikan dukungan gizi tambahan melalui penyediaan bahan makanan bermutu guna mencukupi kebutuhan nutrisi harian kelompok rentan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan PLKB Kapanewon Depok, KKB Condongcatur, serta jajaran pengurus PKK setempat sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menangani permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat kalurahan.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menjelaskan bahwa penyaluran PMT ini merupakan bagian dari implementasi program nasional yang bertujuan memperbaiki status gizi anak-anak sejak dini. Menurutnya, intervensi berupa pemberian bahan makanan bergizi adalah instrumen penting untuk memutus mata rantai stunting agar anak-anak di Condongcatur dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Bantuan berupa bahan makanan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi para penerima manfaat secara langsung. Hal ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur dengan harapan besar dapat mencegah sekaligus menanggulangi kasus stunting di wilayah kita secara lebih efektif,” ujar Al Thouvik Sofisalam saat memberikan sambutan.

Selain penyaluran bantuan fisik, program ini juga diperkuat oleh peran Tim Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Condongcatur. Ketua Tim Dashat, Tatik Sukarsih, memaparkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pendistribusian makanan, tetapi juga masif melakukan edukasi pola makan seimbang kepada keluarga berisiko. Tim ini bertugas melatih para kader dan orang tua dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat yang bergizi namun tetap ekonomis.

“Kami melakukan pendampingan gizi kepada keluarga berisiko stunting agar mereka mampu menyajikan makanan sehat secara mandiri di rumah. Selain itu, pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai pentingnya gizi pada seribu hari pertama kehidupan menjadi fokus utama kami agar masyarakat paham betul cara mencegah stunting sejak masa kehamilan,” jelas Tatik Sukarsih terkait teknis pendampingan di lapangan.

Melalui sinergi antara bantuan materiil dan edukasi berkelanjutan ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap status gizi masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Langkah konkret ini diharapkan mampu menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh, sekaligus menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam menjamin kesejahteraan kesehatan warga di tingkat paling dasar