LURAH CONDONGCATUR DAN SATPOL PP JADI NARASUMBER SEMINAR PERAN JAGA WARGA

24 November 2025
Administrator
Dibaca 4 Kali
LURAH CONDONGCATUR DAN SATPOL PP JADI NARASUMBER SEMINAR PERAN JAGA WARGA

 Kelompok Jaga Warga Padukuhan Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, menggelar seminar bertajuk “Peran Pemuda dan Jaga Warga untuk Masyarakat” dalam upaya memperkuat kolaborasi pemuda dan kelompok Jaga Warga. Kegiatan ini berlangsung di Balai Padukuhan Tiyasan, Sabtu (22/11/2025).

Seminar ini diikuti oleh seluruh pengurus Jaga Warga Padukuhan Tiyasan, pemuda, pengurus kampung, dan tokoh masyarakat Tiyasan. Narasumber yang dihadirkan adalah Anastasia Indah Dwi Wijayanti (Kabid Linmas Satpol PP DIY), Indra Darmawan (Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman), dan Reno Candra Sangaji (Lurah Condongcatur).

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Indra Darmawan, memaparkan tentang pentingnya memperkuat kerja sama antara penegak hukum daerah, pemuda, dan kelompok Jaga Warga, mengingat tantangan keamanan di tingkat lokal menuntut keterlibatan aktif masyarakat.

“Tantangan keamanan saat ini menuntut keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban umum, sehingga partisipasi pemuda menjadi kunci dalam menjaga ketertiban umum di tengah dinamika sosial yang terus berkembang,” ungkap Indra Darmawan.

Sementara itu, Kabid Satlinmas Satpol PP DIY, Anastasia Indah Dwi Wijayanti, menjelaskan tugas dan fungsi Jaga Warga, dasar hukum pembentukannya (Peraturan Gubernur DIY Nomor 41 Tahun 2023), serta strategi pemberdayaan pemuda sebagai mitra strategis.

Ia menjelaskan poin penting dari Jaga Warga adalah prinsip dalam melaksanakan tugas, di mana penyelesaian persoalan di masyarakat tidak semuanya harus masuk ke ranah hukum, tetapi bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

“Kelompok Jaga warga mempunyai tugas, di antaranya membantu menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di masyarakat, dan juga menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum di lingkungan masyarakat,” jelas Anastasia Indah Dwi Wijayanti.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, turut memaparkan kebijakan Kalurahan dalam memperkuat kelompok Jaga Warga di 18 padukuhan, termasuk penguatan kapasitas dan pemetaan potensi kerawanan. Ia menyebut Jaga Warga sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial berbasis komunitas.

Ia mencontohkan, Tiyasan sebagai padukuhan dengan komposisi warga mayoritas pendatang telah tumbuh menjadi kawasan yang hidup dan berkembang pesat. Keberagaman tersebut menjadi pendorong majunya sektor ekonomi lokal, terlihat dari tumbuhnya berbagai usaha kuliner seperti Sate Ratu, Warung Pengkolan, dan UMKM lainnya.

Seminar yang dipandu oleh Ketua Jaga Warga Tiyasan, Joko Indro Cahyono, ini berlangsung aktif. Sesi tanya jawab turut menyoroti perlunya inovasi sosial dalam menjaga keharmonisan warga, seperti yang disampaikan tokoh masyarakat Sang Kompiang Wirawan.

Inisiatif warga ini diharapkan dapat memperkuat suasana guyub, rukun, dan harmonis, sekaligus menjadikan Tiyasan sebagai contoh padukuhan yang mampu menjadikan keberagaman sebagai modal sosial untuk keamanan dan kemajuan bersama.