100 IBU HAMIL DI KALURAHAN CONDONGCATUR TERIMA BERAS FORTIFIKASI

29 Juli 2024
Administrator
Dibaca 4 Kali
100 IBU HAMIL DI KALURAHAN CONDONGCATUR TERIMA BERAS FORTIFIKASI

Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman melaui Pemerintah Kalurahan Condongcatur membagikan Beras Fortifikasi khusus kepada Ibu. Hamil Condongcatur masing 30 Kg (penyaluran 2 bulan Juli – Agustus 2024) bertempat di hal. Gdg. Serbaguna Condongcatur

Beras Fortifikasi adalah beras yang Vitamin B1, B9 (asam folat), Zat Besi dan Zinc untuk mencegah stunting sejak dini

Sebelum menerima beras Fortifikasi ibu ibu hamil menjalani Pengukuran Lingkar Lengan dan Penimbangan Berat Badan oleh Kader Kasehatan Condongcatur

“Pengukuran awal ini sebagai tolak ukur bumil sebelum dan sesudah menerima bantuan beras ini adakah kenaikan Berat Badan yang signifikan atau tidak” kata Tri Suhartati salah satu Kader KB-Kesehatan Condongcatur

Penanggungjawab Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, S.Sos selaku koordinator dibantu kader kader KB-kesehatan, dan kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) Kalurahan Condongcatur mengatakan ada target 100 Ibu Hamil di Kalurahan Condongcatur dengan takaran 30 Kg untuk satu Ibu Hamil dengan data ibu hamil didapatkan dari pendataan Kader yang berada dipadukuhan disamping itu dasarnya data dari Posyandu Ibu hamil yang rutin datang pada kegiatan Posyandu dimasing masing padukuhan

” Mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah karena Stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia 2 tahun, kondisi tersebut harus segara diatasi sehingga Pemerintah pusat membuat kebijakan menerobos masa depan yang lebih baik bagi semua orang salah satunya dengan pemberian beras Fortifikasi kepada ibu ibu hamil sebagai wujud nyata dalam intervensi gizi sensitif untuk percepatan pencegahan stunting, menciptakan momentum generasi emas indonesia 2045” jelasnya

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP secara simbolis menyerahkan Beras Fortifikasi kepada ibu hamil mengatakan bahwa pemberian beras Fortifikasi ini merupakan intervensi penurunan malnutrisi khususnya Stunting sebagai pilar ketahanan pangan dan gizi masyarakat dalam rangka membangun masyarakat sehat dan menyongsong generasi sehat dan produktif

“Pemberian beras Fortifikasi kepada masyarakat merupakan Amanah Undang-Undang yang tercantum dalam RPJMN 2020 – 2024 sebagai Strategi dalam percepatan Perbiakan Gizi masyarakat, harapanya di Condongcatur kedepan dapat Zero Stunting” ungkapnya

Stunting merupakan ancaman besar bagi anak-anak yang disebabkan oleh balita yang kekurangan gizi sehingga pertambahan tinggi anak tidak sesuai dengan umurnya. Penyebab utama dari stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi pendeknya anak bisa menjadi tanda adanya masalah gizi kronis