PENYERAHAN E-KTP DAN KK UNTUK ODGJ BINAAN YAYASAN EFATA

01 Agustus 2022
Administrator
Dibaca 4 Kali
PENYERAHAN E-KTP DAN KK UNTUK ODGJ BINAAN YAYASAN EFATA
 
Pemerintah Kalurahan Condongcatur memfasilitasi pengajuan Jemput Bola Perekaman Data E-KTP dan Pembuatan KK bagi para ODGJ yang ditampung oleh Yayasan Efata Yogyakarta dan secara simbolis E-KTP dan KK diserahkan oleh Plt. Lurah Condongcatur kepada Yayasan Efata bertempat ruang Wacana Loka, Senin 25/7/2022.
 
Sebanyak 24 e- KTP dan 3 lembar KK untuk 24 anggota Yayasan Efata yang beralamat Gg.Cendana No. 5 Babadan Baru Padukuhan Kentungan yang sebagian besar adalah ODGJ, Yayasan Efata ini menampung ODGJ dari orang-orang terlantar dijalan, baik laki-laki maupun perempuan dan bukan titipan dari keluarga, mereka orang-orang yang tidak punya identitas, tidak terawat dan tidak dipedulikan orang, yang saat ini ada sekitar 25 ODGJ yang ditampung oleh Yayasan Efata Yogyakarta.
 
Plt. Lurah Condongcatur, Sugiyanto, S.Pd dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur menerima laporan dan permohonan Yayasan Efata yang berada diwilayah Condongcatur untuk membantu pembuatan Adminduk agar memiliki NIK untuk proses pembuatkan KK dan E-KTP yang selanjutnya dari bagian Tata Laksana data data ODGJ yang dibina dan ditampung Yayasan Efata diajukan ke Dukcapil Sleman untuk Jemput Bola proses rekam data, sebab jika tidak mempunyai KK dan KTP mereka tidak dapat dibuatkan BPJS Kesehatan dan tidak bisa mengakses bantuan bantuan lainya dari Pemerintah, karena amanat UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan menyatakan bahwa setiap penduduk mempunyai hak untuk memperoleh dokumen kependudukan ” administrasi kependudukan diarahkan untuk memenuhi hak asasi setiap orang di bidang administrasi kependudukan tanpa diskriminasi pelayanan publik yang profesional “.
 
Pengelola Yayasan Efata Yogyakarta, Adi Salitonga mengucapkan terimakasih atas fasilitasi Pemerintah Kalurahan Condongcatur sehingga dari Dukcapil Sleman dapat memberikan layanan khusus dalam pengajuan data Adminduk bagi para penghuni Yayasan Efata, disampaikan bahwa Yayasan ini hanya sebuah panti yang penghuninya adalah orang-orang yang selama ini sudah dianggap “sampah masyarakat”, bukan dalam arti kiasan, tetapi senyatanya memang begitu, mereka makan dengan cara mengais dari satu tempat sampah ke tempat yang lainnya. Mereka yang sudah terbuang dari keluarga, dan nyaris dianggap tidak ada lagi dalam data statistik kependudukan, karena mereka bukan lagi gelandangan, tapi ya memang orang yang dianggap gila dan tidak waras dalam arti sebenar-benarnya (ODGJ), mereka ini dipungut dari jalanan, lalu dirumahkan untuk kembali dimanusiakan oleh Yayasan Efata Yogyakarta yang kelola dan diurus bersama istrinya dibantu beberapa volunter yang peduli.
 
Setiap hari mengurus ODGJ, laki-laki dan perempuan yang rata-rata sudah sangat sepuh, dari cerita, yang kadang bisa digali mereka berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Kok bisa? Bisa, karena ternyata, memang tatacara banyak kota mempercantik lingkungan hidupnya, dengan “menangkapi dan membuang” mereka begitu saja ke daerah lain.
 
Hal seperti ini bukan rahasia lagi, hingga bisa saja orang gila dari Pekanbaru atau Kupang terdampar hingga ke Jogja, kemudian oleh Adi Salitonga mereka dipungut dari jalan, diajak pulang. Hanya dengan diboncengkan naik motor begitu saja, Satu per satu hingga pernah mencapai 41 orang untuk rumah sesempit itu, Yayasan Efata Yogyakarta melakukan Metoda penyembuhannya dengan sangat sederhana dengan berdoa, makan, dan mandi secara teratur dan tepat waktu. Walau tidak ada harapan untuk sembuh 100 persen, tetapi kenyataanya mereka bisa kembali hidup teratur, melayani mereka, bisa menjauhkan diri dari sikap arogan dan berlebihan. Belajar bersama-sama menjadi manusia kembali, menjadi sederhana dan rendah hati.
 
 
©️ 2022
INFOCondongcatur