TRADISI GOTONG ROYONG

15 Juni 2021
Administrator
Dibaca 4 Kali
TRADISI GOTONG ROYONG
 
Rumah berdinding gedek tinggalan era tahun 50-an milik keluarga (almh) mbah Tugirah yang berlokasi di RT 07 RW 45 Padukuhan Kayen Condongcatur Depok Sleman dibongkar dengan Gotong Royong keluarga dan tetangga sekitar, Minggu 13/6/2021
Bangunan rumah yang dibangun pada tanggal 11 Nopember 1958 sesuai dengan tanda catatan tulisan yang ditemukan ini berbentuk limasan berdinding gedek bambu dilapisi kepang yg di kunci/ditancepi cakil _(bambu kecil yg diruncingi)_ agar kepang tidak lepas sedangkan Tiang yang digunakan berukuran 14x14x 275 Cm sebantak 10 buah tiang semuanya dari Kayu Jati utuh yang menumpang pada Umpak Batu kali dan pengeret dengan ukuran 10x15x 315 Cm, Adapun usuk bambu dengan “ragum kerep” dan Reng bambu yang dulu sebelum dipasang dilakukan perendaman didalam air sekitar 3 bulanan sehingga sangat awet dan mampu bertahan sampai diatas 62 tahun, sedangkan untuk atap rumah masih menggunakan genteng Keripik khas zaman dulu
Menurut Bp. Untung Maryanto salah satu anak (almh) mbah. Tugirah, rumah orangtuanya ini mempunyai ukuran 10 x 7 M2 yg terdiri dari ruang utama dan beberapa kamar/ sentong serta tempat utk menyimpan hasil pertanian seperti padi, kacang , jagung dan hasil pertanian lainya yang saat ini sudah tidak ditempati (suwung) dan terbengkalai
Bangunan Rumah Limasan Jati dengan dinding gedek ini pada tahun 1958 adalah termasuk golongan rumah yang bagus, diatas rata-rata penduduk sekitar pada zamannya/eranya dulu tetapi untuk saat ini sudah dianggap tidak layak dan terkesan kotor dan sulit pemeliharaanya sehingga perlu dibangun ulang sebagai tempat tinggal ahli warisnya
Ketua RW 45 Bp. Sukirman yang juga Ketua Kelompok Jaga Warga Padukuhan Kayen yang ikut bergotong royong bersama tetangga yang lain mengatakan bahwa bangunan rumah gedek (alhm) mbah. Tugirah ini merupakan satu satunya bangunan rumah gedek yang masih ada diwilayah RW 45 karena bangunan diwilayahnya sudah berdinding beton sesuai dengan kebutuhan dan era sekarang, Ahli waris minta bantuan tetangga dan warga sekitar untuk membantu “Sambatan” atau gotong royong menurunkan genteng dan membongkar bangunan untuk selanjutnya akan dibangun kembali dengan bangunan yang lebih layak dan aman untuk ditinggali, salah satu nilai nilai luhur bangsa indonesia dan khususnya masyarakat Jawa adalah Gotong Royong
Gotong royong menjadi satu di antara ciri khas Bangsa Indonesi yang dimiliki Bangsa Indonesia telah ada sejak dahulu kala yaitu gotong royong sebagai kepribadian dan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan Bangsa Indonesia.
Perilaku gotong royong perlu ditanamkan dalam setiap elemen atau lapisan masyarakat yang ada di Indonesia karena dengan adanya kesadaran setiap elemen masyarakat dalam menerapkan kegiatan gotong royong dapat membuat hubungan persaudaraan makin erat.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Gotong royong merupakan adat istiadat tolong menolong antara warga dalam berbagai macam lapangan aktivitas sosial, baik berdasarkan hubungan tetangga kekerabatan yang berdasarkan efisien yang sifatnya praktis dan ada pula aktifitas kerja sama yang lain
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
©️ 2021