KUNJUNGAN TIM IBM CONDONGCATUR
16 Desember 2020
Administrator
Dibaca 4 Kali
KUNJUNGAN TIM IBM CONDONGCATUR
Senin 14 Desember 2020 Jam 09.30 – 11.30 WIB, Tim PBM Bersinar Condongcatur bersama BNNK Sleman dan Tim AP (Agen Pemulihan) Condongcatur mengajak para Ketua pemuda Padukuhan Kayen mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Bidayatussalikin dengan tujuan belajar dan menggali ilmu tentang proses Rehabilitasi
Dalam kesempatan ini Kepala BNNK Sleman AKBP Siti Alfiah, S.Psi, SH,, MH memberikan sambutannya bahwa kunjungan Tim PBM ke Pondok Pesantren Bidayatussalikin adalah untuk belajar dan mendapatkan informasi tentang proses rehabilitasi di Pondok Pesantren Bidayatussalikin yang beralamat di Jl. Letkol Subadri, Kantongan Kulon Triharjo Sleman
Pengasuh Pondok Pesantren dan Madrasah Bidayatussalikin KH. Abdullah Deny Setiawan W, SE, M.Pd menjelaskan bahwa proses rehab dilakukan dengan berpondasi pada dasar agama yg kuat
Sementara Lurah Condongcatur Bp. Reno Candra Sangaji, S.IP yang ikut mendampingi memberikan motivasi kepada Tim PBM dan AP bahwa untuk pencegahan Narkoba telah dianggarkan di APBDes Condongcatur sebagai komitmen dan tanggungjawab dalam usaha pencegahan Narkoba melalui P4GN dan Tim IBM Condongcatur yang telah terbentuk pada bulan Agustus 2020, karena Condongcatur adalah satu satunya Desa/Kalurahan Bersinar di Kabupaten Sleman..
Pondok Pesantren dan Madrasah Bidayatussalikin mempunyai santri umum dan santri dari korban penyalahgunaan Napza, santri yang mondok melalui 3 sumber :
Masyarakat berubah sangat cepat, Namun, tak semua orang dapat menghadapinya, terutama remaja yang merasa kesulitan beradaptasi dengan perubahan semacam itu. Alih-alih mengatasi masalah yang muncul, mereka memilih menggunakan Narkotika.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) berpendapat bahwa agama merupakan aspek dasar dalam kesehatan manusia selabeberapa komponen utama lainnya _(kesehatan fisik, psikologi dan sosial)_. Agama juga merupakan aspek yang sangat penting untuk mencegah maraknya penyalahgunaan narkotika.
Rehablitasi di Pondok Pesantren Bidayatussalikin menggunakan *pendekatan Manajemen Qolbu yang juga merupakan salah satu metode psikoterapi*.
Inti metode ini adalah membimbing pecandu untuk berdamai dengan masa lalunya dan kemudian bangkit. Pada praktiknya, pecandu narkotika diajak untuk lebih mendekat kepada Tuhan, Sang Pencipta. Proses rehabilitasi itu sendiri lebih menekankan pada aspek religius pecandu narkotika sehingga mereka dapat hidup normal. Pada saat pecandu narkotika dapat mengelola qolbunya, dia akan menjadi sosok yang lebih kuat karena dapat memilah baik dan buruk dalam hidupnya.
REHABILITASI ITU MEMULIHKAN BUKAN DIPENJARA
INFOCondongcatur
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin